Rabu, 11 Februari 2015

Bijak Memilih Suplemen


Hasil gambar untuk suplemen

Bijak Memilih Suplemen




Ribuan suplemen kini beredar di pasar Indonesia mulai dari yang bermanfaat sebagai antioksidan, suplemen untuk otot, vitamin dan mineral untuk tulang, sampai pencegah proses penuaan, dan masih banyak lagi. Jika kurang cermat memilah, kondisi ini tentu tak baik bagi kesehatan tubuh sekaligus kesehatan finansial Anda. Lantas bagaimanakah cara memilih suplemen yang baik?

Siapa Yang Membutuhkan?
Sebenarnya jika Anda menerapkan pola hidup sehat, makan 4 sehat 5 sempurna, rajin berolahraga, jarang stres, maka suplemen tidak diperlukan. Sayangnya, makanan yang kita konsumsi seringkali tidak memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.
Misalnya kandungan nutrisi dalam telur. Para binaragawan, memerlukan protein dalam jumlah banyak dan dapat memperolehnya dari telur. Tetapi telur juga mengandung zat yang tidak mereka perlukan seperti lemak dan kolesterol sehingga mereka mengkonsumsi lemak tambahan yang tidak diperlukan. Di sinilah suplemen berperan untuk menyeimbangkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga kesehatan kita tetap terjaga.
Mereka yang memiliki pola makan tak teratur, sehingga asupan vitamin dan mineral berkurang, juga membutuhkan suplemen. Juga para pekerja yang tidak sempat berolahraga secara teratur. Selain itu, suplemen yang tepat juga diperlukan untuk  mempercepat proses pemulihan bagi mereka yang baru sembuh dari  sakit.

Memilih Suplemen
Kebutuhan suplemen pada setiap orang tentu berbeda. Tergantung dari pola makan, gaya hidup, kebiasaan serta hasil yang ingin dicapai. Di tengah lingkungan dan makanan yang tidak sehat, terpaan radikal bebas, sebagian besar kita memerlukan antioksidan, seperti beta karoten, bioflavonoid, super oxyde dismutase (SOD), dan lainnya. Selain untuk melawan radikal bebas, antioksidan juga diperlukan untuk mencegah penuaan dini.
Bagi orang dewasa atau anak-anak yang kurang asupan sayuran atau serat, sebaiknya mengkonsumsi suplemen yang kaya kandungan buah atau sayur seperti K-Liquid ChlorophyllK-liquid Organic Spirulina  atau K-Organic Biogreen. Orang  yang bekerja dengan tingkat stres tinggi membutuhkan suplemen yang banyak mengandung vitamin B dan C. Karena saat tubuh dalam kondisi stres, vitamin B dan C cepat menguap, sehingga perlu cepat digantikan.
Sedangkan bagi mereka yang kerap menyantap junk food atau fast food, dianjurkan mengkonsumsi suplemen yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Sebab, makanan siap saji biasanya banyak mengandung lemak dan karbohidrat, namun minim vitamin dan mineral. Asupan zat gizi yang tidak seimbang dalam makanan sehari-hari beresiko mendatangkan gangguan proses pencernaan.
Yang juga tidak kalah penting adalah suplemen yang berasal dari hewani. Ikan mengandung banyak nutrisi bermanfaat seperti Omega 3, kolagen dan squalen. K-Omegasqua mengandung Omega 3 dan squalen, salah satu ekstrak minyak ikan yang sangat baik untuk kesehatan jantung, meningkatkan daya ingat dan baik untuk perkembangan otak janin bagi ibu hamil.
  
Bijak Memilih
Saat ini banyak suplemen, jamu dan kosmetik yang dipasarkan tanpa izin dan penandaan yang jelas, oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih suplemen. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Pertama, pilih suplemen yang telah memiliki nomor izin edar resmi dari Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan). Suplemen yang telah mendapatkan nomor POM berarti telah diperiksa dan aman untuk dikonsumsi.
Anda juga bisa memilih suplemen dari perusahaan dengan reputasi nasional atau internasional, yang memiliki standar mutu tinggi pada setiap produknya. Produk-produk K-LINK telah dipasarkan ke puluhan negara di seluruh dunia, sehingga mutu dan kualitasnya tidak diragukan lagi.
Kedua, perhatikan AKG (Angka Kecukupan Gizi). Jika Anda telah memperoleh sebagian gizi dari makanan, maka suplemen diperlukan untuk memenuhi sebagian lainnya. Saat ini ada banyak suplemen multivitamin megadosis atau dosis tinggi yang sebenarnya tidak diperlukan tubuh. Pilihlah suplemen dengan kandungan gizi cukup, minum teratur sesuai takaran jauh lebih baik daripada mengkonsumsi suplemen dosis tinggi tapi tidak teratur.
Terakhir, pilihlah suplemen dengan kandungan alami atau herbal. Suplemen alami diserap lebih cepat dan lebih baik dibandingkan suplemen dari bahan kimiawi. Selain itu suplemen kimiawi dapat memperberat kerja hati (lever) dan atau ginjal kita. K-LINK berkomitmen untuk meningkatkan mutu kesehatan setiap orang dengan pelbagai pilihan produk alami berkualitas tinggi (SS/Midya)

Rabu, 16 Oktober 2013

Apa Diet Yo-Yo itu?



Istilah "yo-yo diet" pertama kali diciptakan oleh Kelly Brownell D., Ph.D, seorang ilmuwan Amerika, profesor, dan ahli obesitas dan pengendalian berat badan di Universitas Yale. Yaitu proses diet yang dianalogikan dengan aksi naik-turun dari mainan yo-yo. Yang menjadi subjek diet untuk penurunan berat badan mereka adalah dari kehilangan otot dan lemak tubuh. Ketika tubuh dengan cepat kehilangan sumber energi, sebuah mekanisme pertahanan yang bertujuan untuk melindungi cadangan lemak dengan menggunakan jaringan otot untuk mengambil energi sebagai gantinya. Ini melemahkan stabilitas otot. Karena jumlah otot dalam tubuh berbanding lurus dengan tingkat metabolisme, hilangnya otot juga berarti penurunan tingkat metabolisme. Sementara proses ini secara alami terjadi dalam kasus kelaparan yang sebenarnya, tidaklah tepat untuk diet penurunan berat badan secara teratur.
Yo-yo diet yang berlangsung sedemikian rupa membuat lebih sulit untuk menurunkan berat badan. Sebagaimana  yo-yo mendekati akhir string nya, spul plastik mulai berputar lebih lambat. Demikian juga, pengikut diet yang menemukan keberhasilan penurunan berat badan semakin sulit untuk mempertahankan seiring berjalannya waktu, sehingga menyebabkan depresi dan demotivasi. Begitu pelaku diet mulai mencoba untuk makan normal lagi, semua berat kembali akan disimpan dalam bentuk lemak. Jenis diet seperti  ini pada dasarnya merusak  rasio lemak terhadap otot normal tubuh yang sehat, yang merupakan aspek utama dari kesehatan yang baik
Diet yang terlalu ekstrim dengan membatasi makanan bernutrisi adalah menyesatkan. Keberhasilan diet seseorang adalah hasil dari banyak faktor yang dinamis, termasuk faktor biologis (genetik, hormon, dan biokimia), dukungan emosional dan motivasi. Lingkungan juga memainkan peran besar, karena di mana-mana kebanyakan orang berdalih, mereka menghadapi tekanan dari gambar di media massa berupa  bentuk tubuh seharusnya sempurna.
Para ahli setuju bahwa diet yo-yo bukan cara sehat untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang. Alternatif yang membantu pelaku diet dapat menurunkan berat tanpa mengubah rasio lemak tubuh terhadap otot memang ada. Beberapa tips ini meliputi:
  • ·         Menentukan tujuan penurunan berat badan yang realistis;
  • ·         Penurunan konsumsi kalori berlangsung secara lambat;
  • ·         Tidak melewatkan sarapan;
  • ·         Memodifikasi tingkat aktivitas untuk mempertahankan massa otot meskipun kehilangan berat badan;
  • ·         Mengambil yang  sesuai dengan kebutuhan kita berdasarkan apa, kapan, dan mengapa kita makan.


Minggu, 13 Oktober 2013

Cara Sehat Turunkan Berat Badan



1. Mulailah sekarang juga!
Menurunkan berat badan tak cukup hanya bermodalkan niat. Anda perlu tekad dan semangat baja. Bagaimana berat bisa turun, kalau Anda tak kunjung memulainya?

2. Pasang target yang masuk akal
Tetapkan target di awal program. Tak usah muluk-muluk. Turun berat badan 0,5 kg per minggu adalah ideal. Bila drastis justru berbahaya bagi kesehatan. Untuk tambahan motivasi, gantunglah hot pants atau celana jins favorit Anda yang sudah lama ngumpet di lemari, di tempat yang mudah terlihat.

3. Tak perlu terlalu ketat
Anda tetap butuh 1.200-1.500 kalori per hari agar tubuh tetap prima. Membabat kalori hingga tersisa 600 sampai 800 kalori per hari akan memperlambat proses metabolisme tubuh. Jika metabolisme berjalan lambat, kesempatan lemak menimbun dalam tubuh pun makin besar. Bukannya langsing, malah penyakit yang datang.

4. Percepat makan pagi
Jangan menghapus makan pagi. Sebuah penelitian mengungkapkan, 4.000 orang Amerika dewasa yang berhasil menurunkan berat badannya sekitar 15 kg dalam setahun adalah mereka yang tak pernah lupa sarapan. Biasakan sarapan pukul 9.00 cobalah digeser menjadi pukul 7.00 agar proses pembakaran energi dimulai lebih cepat.

5. Jangan asal sarapan
Mulailah hari dengan sarapan 300-400 kalori, tapi bukan dengan makanan berlemak tinggi. “Pilihlah setangkup roti gandum panggang isi dadar 1 butir telur, ditambah 1 mangkuk salad. Atau, 100 gram nasi dengan 1 potong ikan ditambah 1 mangkuk sayur,” saran dr. Pauline Endang SpGK, dokter spesialis gizi klinis di Jakarta.

6. Kunyah makanan 36 kali!
Coba hitung, berapa jumlah kunyahan Anda sewaktu makan? Jika kurang dari 36 kali, cobalah tambah. Makin lama Anda mengunyah, makanan akan lebih mudah dicerna, Anda pun akan lebih mudah merasa kenyang.

7. Perbanyak minum air putih
“Kurang minum bisa memperberat kerja ginjal yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Hal ini dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh,” kata dr. Endang. Jika Anda rajin minum air putih 1,5 liter atau 8 – 10 gelas per hari, tanpa diet apa pun, maka dalam waktu satu tahun bobot Anda bisa turun hingga 2,5 kg.

8. Gerak, dong!
Olahraga selama 60-90 menit, 3-4 kali seminggu, wajib dilakukan. Paduan aerobik berupa joging dan jalan kaki, masing-masing berselang-seling setiap 3 menit, cukup efektif membakar lemak. Jika tak sempat, berjalan kaki keliling rumah atau ruangan kantor selama 5 menit setiap selang satu jam bisa membakar 200-300 kalori.

9. Lebih banyak serat
Serat juga punya peran besar dalam mengusir lemak. Makin banyak serat yang masuk dalam tubuh, volume feses akan makin cepat membesar karena serat bersifat menyerap air. Orang dewasa perlu 21 gram serat per hari. “Jika Anda biasa makan buah dan sayur, tambahlah porsinya menjadi 5 mangkuk per hari. Bagilah dalam 5 kali makan,” anjur dr. Endang.

10. Buah saja tak cukup
Anda akan mudah kelaparan kalau hanya makan buah atau sayur. Masukkan 15%-20% protein di setiap menu Anda untuk meningkatkan metabolisme. Sistem pencernaan butuh energi untuk melakukan proses metabolisme. (f)